|
JENIS HEPATITIS
Hepatitis A
Disebabkan karena penderita tertular makanan dan minuman yang tercemar tinja yang mengandung virus hevatitis A, sekitar 20 % - 25 % dari semua kasus hepatitis akut disebabkan oleh virus hepatitis A.
Penderita hepatitis A terutama didapatkan pada kelompok-kelompok sosial ekonomi rendah dan hal ini mencerminkan kondisi kesehatan lingkungan yang rendah serta kehidupan yang padat dan berkelompok.
Gejala yang dirasakan : sama seperti infeksi virus hepatitis yang lain, seseorang yang terinfeksi virus hepatitis A mungkin tidak menunjukan gejala apapun, terutama pada anak-anak di bawah usia 2 th. Gejala yang mungkin timbul antara lain : muntah, mual, lemah, nyeri pada daerah hati, demam, urin berwarna kuning sampai kecoklatan, tinja berwarna coklat.
Hepatitis B
Salah satu penyebabnya adalah virus hepatitis B. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit infeksi yang perlu penanganan serius karena dapat berakibat fatal bahkan kematian.
Yang beresiko tinggi diserang penyakit hepatitis B :
Orang yang sering berhubungan sexual dengan berganti-ganti pasangan
Orang yang sering menggunakan jarum suntik secara bergantian atau bersama sama dengan orang lain.
Pekerja dibidang kesehatan yang mungkin terpapar oleh darah yang terinfeksi atau terluka akibat
tusukan jarum yang tidak disengaja.
Orang yang menerima tranfusi darah yang telah tercemar virus hepatitis B. Tetapi kemungkinan itu sangat kecil karena rumah sakit telah
melakukan pemeriksaan darah
transfusi untuk mengetahui kemungkinan adanya virus hepatitis B. Bila darah tersebut telah terinfeksi maka tidak akan digunakan.
Setelah terinfeksi dengan hepatitis B, infeksi yang timbul tidak tentu ; anda mungkin terinfeksi atau tidak. Mungkin saja gejala-gejalanya akan muncul dan sembuh, atau bahkan mungkin tanpa gejala tetapi nanti akan timbul gejala yang mengganggu fungsi hati anda.
Dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa menyebabkan anda berada dalam tahap penularan untuk jangka waktu lama. Jika hal ini sampai terjadi maka hepatitis B akan mengganggu anda selama hayat, baik kesehatan anda maupun orang-orang disekitar anda. Dan bahkan jika anda tidak terinfeksi setelah terpapar dengan benda-benda yang bisa menularkan hepatitis, anda masih berisiko tinggi untuk menderita penyakit ini.
Virus Poten
Sejauh ini virus hepatitis B lebih menular daripada AIDS. Risiko terbesar hepatitis B ditularkan melalui jarum suntik (risikonya 30 x lebih besar) dan dapat bertahan hidup diluar tubuh manusia. Virus AIDS dan hepatitis B dapat ditemukan di dalam darah, namun virus hepatitis B lebih terkonsentrasi dalam darah daripada AIDS.
Penularan
Hepatitis B menular melalui darah atau cairan tubuh lainnya yang mengandung darah. Di rumah sakit, penyakit ini bisa ditularkan lewat jarum suntik atau alat lainnya, melalui luka yang terbuka atau luka lecet di kulit, atau tumpahan cairan tubuh lainnya ke kulit.
Infeksi dengan Gejala
Gejala ynag ditimbulkan sangat bervariasi seperti influensa (demam, otot dan sendi terasa ngilu, menurunnya napsu makan, merasa lelah) dan muntah dalam waktu yang cukup lama, kadang disertai warna kekuningan pada kulit dan retina. Gejala-gejala itu bisa timbul dalam waktu beberapa minggu hingga bulan sejak anda terpapar benda yang menular. Dan yang perlu diperhatikan, penyakit ini bisa sangat menular sebelum gejala-gejalanya timbul.
Infeksi tanpa Gejala
Banyak orang yang terinfeksi hepatitis B namun tidak menampakan satu gejalapun, mereka bisa menularkan penyakit ini kepada orang lain. Mereka juga bisa mengalami masalah kesehatan seperti sirosis atau kanker hati, bahkan gagal fungsi hati.
Hepatitis C
Hepatitis C bersifat menular serta dapat mengarah pada peradangan hati seumur hidup, seperti hepatitis kronik, sirosis, gagal fungsi hati, kanker hati, dan masalah-masalah yang mengganggu sistem pertahanan tubuh (sistem imum). Diperkirakan 70-80% penderita hepatitis C akan berlanjut menjadi hepatitis kronik, sirosis hati, kanker hati dan gagal fungsi hati.
Gejala
Biasanya orang tak begitu memperhatikan gejala-gejalanya sampai akhirnya menjadi penyakit hati setelah bertahun-tahun kemudian; adapun gejala-gejalanya :
1.Seperti influensa ( lemas, mual, muntah, diare, dan sendi serta otot terasa nyeri ) 2.Warna kekuningan pada kulit (jaundice), pembengkakan pada perut, gatal dan urin berwarna gelap.
Penularan
Hal-hal yang memungkinkan terjadinya penularan :
- Menggunakan jarum suntik yang sudah terinfeksi (jarum infus,tato,akupuntur dan tindik).
- Pemakaian bersama alat-alat seperti pisau cukur, sisir.
- Melakukan aktivitas seksual dengan pasangan yang terinfeksi
- Transfusi darah (saat ini kemungkinannya kecil karena sekarang darah harus melewati skrining terlebih dahulu).
Perkembangan hepatitis
Secara perlahan penyakit ini dapat merusak hati, bila sudah kronis, hati akan berubah menjadi jaringan parut (sirosis) dan kanker dalam jangka waktu 10-30 tahun kemudian.
Pencegahan
Hepatitis C sulit ditangani, yang dapat anda lakukan adalah lakukan agar tubuh sehat dan meredakan gejala-gejala yang ditimbulkan, antara lain :
1. Hindari alkohol dan penggunaan obat-obat tertentu yang dapat mempengaruhi organ hati
2. Diet seimbang, yaitu diet rendah lemak
BIO ENERGY POWER TERHADAP HAPATITIS
Latihan Bio Energy Power melipat gandakan kemampuan antibodi sehingga virus yang mengganas dalam tubuh dapat dengan segera dibuang sehingga tidak sampai menyebabkan sakit/radang/infeksi.
|